seluruh alam bergetar
memaki puncak kemunafikan
deru - deru emosi bergemuruh
mengalahkan ahlak dan kemanusiaan
hotam putih nya dunia
berganti menjadi warna merah murka
menjilat sudah biasa
menari- nari di atas dosanya
tunggulah bila saatnya tiba
sangsakala akan di tiupkan
lewat ubun-ubun kepala kita
hancur semua yang di sengketa
tak bersisa hanya amal diri saja
sengketa membabi buta
menularkan amarah durjana
korban tak bisa di selamatkan
telah terluka karena amarah
dosa itu dorong saja
kata-kata itu kau dapat dari mana
jangan kau lupa kau manusia
berdarah dan luka sifat alami
tak ada yang jago di dunia ini
bila TUHAN tak ingin ada manusia lagi
DIRIMU TERGOLONG YANG MANA
Diantara manusia hidup juga yang lain
binatang dan juga setan penghasut
reguk manis dunia kau nikmati
tapi dosa tak berhenti di satu kebaikan saja
ada binatang yang jauh dari akal
ada setan yang dekat dengan haram
ada bumi yang jauh dari langit
ada manusia yang munafik
kehidupan tak abadi di dunia
kau hebat dan jagoan tapi mati juga
termasuk golongan yang mana dirimu
munculkanlah kebaikan di dirimu
manusia bodoh tak mau bekerja
sudah bekerja tapi tak juga kaya
jalan sesat di tempuh dan jalan haram di makan
sama-sama manusia tapi sifatnya seperti ayam
sepuas hatimu duakan aku
sayang maaf kan aku bila aku salah
benci aku kalau kau sudah tak cinta
jangan berdusta jika sudah tak suka
buat apa kau tersenyum manja
puaskan hati mu mendustai ku
kau memang tak melakukan itu
senangkan hati mu jika merasa layu
agar bersemi dan tak menjadi mati
sepuas hati mu menduakan aku
aku hanya lelaki bisu
yang tak akan menjawab bila kau marah
dan tak akan melihat bila kau mendua
setitik harap ku buat mu
jangan sampai kau di dustai
dan di permain kan oleh lelaki
yang hanya memanfaatkan diri mu

